Pengimbasan SPAB di SMPN 1 Kapongan Semua Guru dan Staf TU Dibekali Kesiapsiagaan Bencana
Kapongan, 31 Juli 2026 — Setelah sebelumnya melaksanakan sosialisasi dan simulasi kebencanaan bersama BPBD Kabupaten Situbondo, SMP Negeri 1 Kapongan melanjutkan upaya membangun budaya sekolah yang aman melalui kegiatan Pengimbasan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026 ini diikuti oleh Bapak/Ibu Dewan Guru dan Bapak/Ibu Staf Tata Usaha (TU) SMPN 1 Kapongan. Kegiatan bertujuan memastikan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan memiliki pengetahuan serta kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ketika terjadi bencana gempa bumi.
Pembekalan Materi Satuan Pendidikan Aman Bencana
Bertindak sebagai narasumber, Kepala SMPN 1 Kapongan, Ibu Muyati, S.Pd., M.Pd., memberikan pembekalan mengenai Satuan Pendidikan Aman Bencana. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan titik kumpul 1, titik kumpul 2, dan titik kumpul lainnya, jalur evakuasi yang tersedia di lingkungan sekolah, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi. Para guru dan staf TU juga mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan rencana kesiapsiagaan warga sekolah, termasuk cara berlindung yang benar ketika terjadi gempa serta tindakan yang harus dilakukan setelah kondisi memungkinkan untuk melakukan evakuasi.
Sebagai bentuk kesiapan dan pembagian tanggung jawab, SMPN 1 Kapongan juga telah menyusun Surat Keputusan (SK) pembagian tugas dalam pelaksanaan kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat di lingkungan sekolah.
Praktik Simulasi Gempa Bumi
Setelah pembekalan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik simulasi penanganan gempa bumi. Simulasi diawali dengan bunyi sirene pertama sebagai tanda terjadinya gempa. Seluruh peserta mempraktikkan tindakan perlindungan diri dengan berlindung di kolong meja dan menjaga posisi tubuh agar tetap aman. Kemudian, ketika sirene kedua berbunyi, seluruh peserta mulai melakukan evakuasi. Para guru dan staf diarahkan untuk keluar dengan tertib sambil melindungi kepala dan leher, kemudian menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Dalam simulasi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa peran. Sebagian bertugas sebagai korban, sementara peserta lainnya menjadi tim evakuasi. Peserta yang berhasil menyelamatkan diri diarahkan untuk berkumpul di titik kumpul sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Koordinasi, Evakuasi, dan Penanganan Korban
Setelah seluruh peserta berada di titik kumpul, ketua tim menginstruksikan peserta untuk melakukan penghitungan jumlah warga sekolah dan kemudian melaporkan hasilnya kepada Kepala Sekolah. Sementara itu, tim evakuasi menjalankan tugasnya dengan mencari dan membantu korban yang membutuhkan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan peralatan yang tersedia menuju titik kumpul. Setelah korban berhasil diselamatkan, petugas UKS melakukan penanganan awal terhadap korban yang mengalami luka dalam simulasi tersebut. Praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada guru dan staf TU mengenai pentingnya koordinasi, komunikasi, pembagian tugas, kecepatan bertindak, serta ketenangan ketika menghadapi situasi bencana.
Membangun Sekolah yang Siap dan Tangguh
Melalui kegiatan Pengimbasan SPAB ini, SMPN 1 Kapongan berkomitmen untuk memastikan seluruh warga sekolah tidak hanya mengetahui teori tentang kebencanaan, tetapi juga mampu bertindak secara tepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Dengan adanya pemetaan jalur evakuasi, titik kumpul, pembagian tugas melalui SK, serta latihan simulasi secara berkala, diharapkan kesiapsiagaan warga sekolah semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata SMPN 1 Kapongan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tanggap, peduli, dan tangguh terhadap bencana.
Link Youtube : Pengimbasan SPAB di SMPN 1 Kapongan Semua Guru dan Staf TU Dibekali Kesiapsiagaan Bencana